SISWA SMPN 2 KUTA TERIMA SOSIALISASI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Rabu, 12 Pebruari 2020

Siswa SMP Negeri 2 Kuta menerima sosialisasi tentang pencegahan penyalahangunaan narkoba pada hari Rabu, 12 Pebruari 2020. Kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Badung bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Badung tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala BNNK Badung, Ketua Yayasan Dua Hati, dan mantan pecandu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung AKBP NK Masmini,SH.,MH menyampaikan materi tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN. Pihaknya berharap SMP Negeri 2 Kuta bisa menjadi sekolah yang BERSINAR atau bersih dari narkoba dan konsisten menerapkan kurikulum pencegahan narkoba terintegrasi. Siswa-siswi juga diharapkan agar mengetok tularkan pengetahuan tentang narkoba yang didapat pada sosialisasi ini kepada teman, keluarga, maupun masyarakat agar semakin banyak masyarakat yang terhindar dari bahaya narkoba.

Semetara Yusuf Pribadi yang merupakan Ketua Yayasan Dua Hati didampingi Ucok Manggala Panca yang merupakan mantan pecandu narkoba saling melengkapi memberikan materi tentang Narkoba Ancaman Bagi Generasi Muda. Sebagai mantan pecandu yang pernah mengalami masa-masa kelam ketika menggunakan narkoba, Ucok Manggala mengajak siswa agar mau bersatu dan bersama-sama secara tegas menjauhi Narkoba karena dampak buruknya tidak hanya mengancam masa depan namun juga kehidupan. Ia berharap siswa siswi SMPN 2 Kuta tidak ada yang seperti dirinya serta semuanya bisa menjadi ujung tombak dalam mecegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba.

Dewa Raka Parta dari Badan Kesbangpol Kabupaten Badung didampingi perwakilan TP PKK Kabupaten Badung mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan mengingat sekarang Indonesia dalam keadaan darurat narkoba dan sudah mulai menyasar siswa termasuk siswa SMP. "Untuk itu penting dilaksanakan kegiatan sebagai wadah mengedukasi siswa agar terhindar dari bahaya atau dampak negatif dari obat-obatan terlarang tersebut," pungkasnya. (gar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *